Pemerintah Indonesia dinilai telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya, terutama anak dan remaja, dari bahaya rokok. Pemerintah dinilai cenderung mengutamakan industri rokok ketimbang kesehatan rakyatnya.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau FA Moeloek dalam jumpa pers di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta, Minggu (11/10). "Pemerintah telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya dari bahaya rokok," katanya.
Dalam roadmap industri rokok tahun 2007-2020 pemerintah, menurutnya, telah menargetkan peningkatan produksi rokok dari 220 miliar batang pada 2007 menjadi 240 miliar batang pada 2010 hingga 2015, dan terus meningkat menjadi 260 miliar batang pada 2015 hingga 2020.
Roadmap tersebut, menurutnya, bukan menolong kesehatan, tetapi justru menjerumuskan rakyat ke lembah kemiskinan, kebodohan, dan kehancuran masyarakat. "Dan, Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari akibat cukai rokok," katanya.
Lebih lanjut, Moeloek mengungkapkan, konsumsi rokok di kalangan remaja di Indonesia telah mengalami peningkatan 144 persen dalam kurun waktu sembilan tahun (1995 hingga 2004). Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian, sebanyak 99,7 persen anak-anak Indonesia ternyata melihat rokok dari iklan rokok di televisi, sedangkan 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah. "Lebih dari 70 persen anak Indonesia terpapar asap rokok dan menanggung resiko penyakit akibat rokok. Maka itu, pemerintah perlu mengadakan larangan total iklan rokok," katanya.
* Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/11/14075624/Wow..Biaya.Kesehatan.akibat.Rokok.Rp.180.Triliun
Minggu, Oktober 11, 2009
Jumat, Oktober 09, 2009
Hingga Perbatasan Subuh
Hingga cicit-cicit Perkutut gemerecak
membangunkan daun-daun ranting pepohonan
yang masih terlelap
dalam sepoi malam yang menidurkannya
Di perbatasan subuh dan selimut peristirahatan,
aku masih saja menggali-gali nurani
akankah ada pertemuan, kemudian penyatuan?
sebagaimana yang aku dambakan
Di gegaungan adzan yang menelusupi, membisiki telingaku,
terlantun hakikat ayat-ayat perihku
di atas pergelaran sajadah yang aku hamparkan di lantai khusyuk ini
Sembari mulutku mengurai firma-firman suci tiada henti
Subuh perlahan-lahan beranjak meninggalkan kelengangan fajar
tapi aku masih saja terdiam di kibaran sajadahku,
hingga mentari melambaikan senyumnya,
namun itu semua tetap saja tak bisa menggantikan
gundah-gundahku yang sudah tergali dalam-dalam
Lalu aku bisikkan suara lewat sebening embun pada mentari
agar segera tenggelam kembali
dan digantikan rembulan
meski nanti…
malam hanya nampak sebentuk celurit pagi
*Sumber : Majalah Muslimah. Tahun 1. Edisi 06 Dzulqoidah 1423H. Januari 2003. Dan “Selubung Air Mata Cinta” (Antologi Puisi) oleh Warsono (My Real Name)
membangunkan daun-daun ranting pepohonan
yang masih terlelap
dalam sepoi malam yang menidurkannya
Di perbatasan subuh dan selimut peristirahatan,
aku masih saja menggali-gali nurani
akankah ada pertemuan, kemudian penyatuan?
sebagaimana yang aku dambakan
Di gegaungan adzan yang menelusupi, membisiki telingaku,
terlantun hakikat ayat-ayat perihku
di atas pergelaran sajadah yang aku hamparkan di lantai khusyuk ini
Sembari mulutku mengurai firma-firman suci tiada henti
Subuh perlahan-lahan beranjak meninggalkan kelengangan fajar
tapi aku masih saja terdiam di kibaran sajadahku,
hingga mentari melambaikan senyumnya,
namun itu semua tetap saja tak bisa menggantikan
gundah-gundahku yang sudah tergali dalam-dalam
Lalu aku bisikkan suara lewat sebening embun pada mentari
agar segera tenggelam kembali
dan digantikan rembulan
meski nanti…
malam hanya nampak sebentuk celurit pagi
*Sumber : Majalah Muslimah. Tahun 1. Edisi 06 Dzulqoidah 1423H. Januari 2003. Dan “Selubung Air Mata Cinta” (Antologi Puisi) oleh Warsono (My Real Name)
Selasa, Oktober 06, 2009
Bingung Mau Nulis Apa?
bingung mau nulis apa?...nanya begini jadi tambah bingung sendiri. Sudah banyak tulisan teman-teman di Kompasiana dan berbagai media lainya. Jadi sampai sekarang masih bingung juga mau nulis apa lagi. Nulis tentang gempa sudah banyak yang ahli. Nulis tentang politik DPR dan MPR, wah lebih banyak lagi yang jadi jagonya.
Bahkan ketika gempa di Sumatera tanggal 30 September 2009, banyak sekali pahlawan yang keluar dari sarangnya. Tapi sayang, keluarnya pada kesiangan. Jadinya pada tidak kebagian gelar pahlawan, yang ada pada numpang tenar. Inilah jadinya orang-orang sekarang banyak jadi pahlawan jejadian. hahaha...
Masih bingung juga ya mau nulis apa?...oke deh kalau begitu saya kumpulin aja status di Facebook. Mudah-mudahan bisa ngilangin betete...
Ini dia statusnya ;
1. Setiap hari kerjaannya On Line terus, nyantai...Gaji Gede...tapi tidak menyenangkan hati, kenapa ya?...
EVa HerLyana
EVa HerLyana
Ga disyukuri sich... Enjoy aja pak..
46 menit yang lalu · Hapus
EVa HerLyana
EVa HerLyana
He he
46 menit yang lalu · Hapus
Lintang Cavaleria Rusticana
Lintang Cavaleria Rusticana
Anu mas... gajinya dibagi sama kaum dhuafa aja..... pasti hatinya senang deh lihat mereka bahagia, dijamin :)
Yah kalo gak dibagi ke saya aja :))
45 menit yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
InsyaAllah kalau disyukuri sih pasti, salah satu caranya dengan zakat dan shodaqoh. Cuman ini masalah kepuasan bathin ajah...
45 menit yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
hehe...mba Lintang...alhamdulillah sudah dibagi...jadi maaf untuk mba Lintang ga kebagian ya...hehe...
43 menit yang lalu · Hapus
'Roni' Tobroni Hasrie
'Roni' Tobroni Hasrie
suasana hati....
sebenarnya, apapun aktifitasnya, kalo kita kerjakan dg FUN, semuanya kan terasa bgitu indah n menyenangkan...
55 detik yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
masalahnya cari yang FUN itu ga gampang
4 detik yang lalu · Hapus
2. Banyak hal yang harus disiapkan untuk memulai satu usaha baru, terkadang bikin emosi, sering juga bikin tersenyum bahkan tertawa...
Tonni Katon
Coba di awali dr hoby pak
2 jam yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
ok deh...pastinya tuh...hoby bikin kita enjoy aja
2 jam yang lalu · Hapus
3. Bertawakal saja, karena sesungguhnya orang yang demikian itu (jika sampai mati tidak mau memaafkan) tidak akan bisa menikmati dan diperbolehkan Allah meski hanya untuk mencium wanginya surga sekalipun saja (wanginya surga dapat tercium selama perjala...nan 1000 tahun)...Na'udzubillahi min dzalik...
'Roni' Tobroni Hasrie dan Maman Rokhman menyukai ini.
Slim Radhitia
Slim Radhitia
setuja pa..!
Kemarin jam 11:40 · Hapus
Slim Radhitia
Slim Radhitia
tp bgmn jk kt sdh mmaafkn.ttp blum smpat mnympaikan
Kemarin jam 11:44 · Hapus
'Roni' Tobroni Hasrie
'Roni' Tobroni Hasrie
thanks 4 ur'support...
tapi tetep q ga akan biarkan nie terjadi, q ga ingin dia sampe su'ul khotimah di akhir perjalanan...
Kemarin jam 12:11 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
@slim : insyaAllah kalau sudah memaafkan terampuni
@Roni : ok, go head...
Kemarin jam 14:03 · Hapus
4. Dagelan Politik sudah dimulai, TK jadi ketua MPR, yang milih DPR, DPR "keblinger" yang milih rakyat, Rakyatnya?...
'Roni' Tobroni Hasrie
dan asal tau sj, pd periode kmrn, angg. DPR/MPR yg t'masuk paling malas ngantor adlh dia...
sungguh ironis n menyedihkan yah...
Kemarin jam 10:45 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
itulah fenomena, so bolehkan n tepatkan awal 2001 saya resign dari partai politik?
Kemarin jam 10:47 · Hapus
5. Pake Internet Flexi, Lemotnya setengan mampus, Murah tapi ga Meriah, Kumaha ieu teh?...
'Roni' Tobroni Hasrie
siapa suruh pake Flexi, heee :-)
makanya genti donk....
Kemarin jam 10:30 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
kalau di kantor pake speedy, laptopku pake Flexi (di rumah), HP ku XL...yang lebih enak Speedy sama XL, kalau CDMA di Karangampel yang kenceng apa ya?...
Kemarin jam 10:41 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
lagi coba-coba sih pake Flexi...ganti apa dong?...Modem dah kadung CDMA, kalau di Karangampel CDMA yang kenceng n murah Apa?...
Kemarin jam 10:42 · Hapus
Hahaha...jadi lega deh...sudah tahu dan bisa nulisin sesuatu lagi. Meski ini hanya Intermezo doang...tapi bukan dik Doang lho ya...wkwkwwkwk...
Bahkan ketika gempa di Sumatera tanggal 30 September 2009, banyak sekali pahlawan yang keluar dari sarangnya. Tapi sayang, keluarnya pada kesiangan. Jadinya pada tidak kebagian gelar pahlawan, yang ada pada numpang tenar. Inilah jadinya orang-orang sekarang banyak jadi pahlawan jejadian. hahaha...
Masih bingung juga ya mau nulis apa?...oke deh kalau begitu saya kumpulin aja status di Facebook. Mudah-mudahan bisa ngilangin betete...
Ini dia statusnya ;
1. Setiap hari kerjaannya On Line terus, nyantai...Gaji Gede...tapi tidak menyenangkan hati, kenapa ya?...
EVa HerLyana
EVa HerLyana
Ga disyukuri sich... Enjoy aja pak..
46 menit yang lalu · Hapus
EVa HerLyana
EVa HerLyana
He he
46 menit yang lalu · Hapus
Lintang Cavaleria Rusticana
Lintang Cavaleria Rusticana
Anu mas... gajinya dibagi sama kaum dhuafa aja..... pasti hatinya senang deh lihat mereka bahagia, dijamin :)
Yah kalo gak dibagi ke saya aja :))
45 menit yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
InsyaAllah kalau disyukuri sih pasti, salah satu caranya dengan zakat dan shodaqoh. Cuman ini masalah kepuasan bathin ajah...
45 menit yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
hehe...mba Lintang...alhamdulillah sudah dibagi...jadi maaf untuk mba Lintang ga kebagian ya...hehe...
43 menit yang lalu · Hapus
'Roni' Tobroni Hasrie
'Roni' Tobroni Hasrie
suasana hati....
sebenarnya, apapun aktifitasnya, kalo kita kerjakan dg FUN, semuanya kan terasa bgitu indah n menyenangkan...
55 detik yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
masalahnya cari yang FUN itu ga gampang
4 detik yang lalu · Hapus
2. Banyak hal yang harus disiapkan untuk memulai satu usaha baru, terkadang bikin emosi, sering juga bikin tersenyum bahkan tertawa...
Tonni Katon
Coba di awali dr hoby pak
2 jam yang lalu · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
ok deh...pastinya tuh...hoby bikin kita enjoy aja
2 jam yang lalu · Hapus
3. Bertawakal saja, karena sesungguhnya orang yang demikian itu (jika sampai mati tidak mau memaafkan) tidak akan bisa menikmati dan diperbolehkan Allah meski hanya untuk mencium wanginya surga sekalipun saja (wanginya surga dapat tercium selama perjala...nan 1000 tahun)...Na'udzubillahi min dzalik...
'Roni' Tobroni Hasrie dan Maman Rokhman menyukai ini.
Slim Radhitia
Slim Radhitia
setuja pa..!
Kemarin jam 11:40 · Hapus
Slim Radhitia
Slim Radhitia
tp bgmn jk kt sdh mmaafkn.ttp blum smpat mnympaikan
Kemarin jam 11:44 · Hapus
'Roni' Tobroni Hasrie
'Roni' Tobroni Hasrie
thanks 4 ur'support...
tapi tetep q ga akan biarkan nie terjadi, q ga ingin dia sampe su'ul khotimah di akhir perjalanan...
Kemarin jam 12:11 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
@slim : insyaAllah kalau sudah memaafkan terampuni
@Roni : ok, go head...
Kemarin jam 14:03 · Hapus
4. Dagelan Politik sudah dimulai, TK jadi ketua MPR, yang milih DPR, DPR "keblinger" yang milih rakyat, Rakyatnya?...
'Roni' Tobroni Hasrie
dan asal tau sj, pd periode kmrn, angg. DPR/MPR yg t'masuk paling malas ngantor adlh dia...
sungguh ironis n menyedihkan yah...
Kemarin jam 10:45 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
itulah fenomena, so bolehkan n tepatkan awal 2001 saya resign dari partai politik?
Kemarin jam 10:47 · Hapus
5. Pake Internet Flexi, Lemotnya setengan mampus, Murah tapi ga Meriah, Kumaha ieu teh?...
'Roni' Tobroni Hasrie
siapa suruh pake Flexi, heee :-)
makanya genti donk....
Kemarin jam 10:30 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
kalau di kantor pake speedy, laptopku pake Flexi (di rumah), HP ku XL...yang lebih enak Speedy sama XL, kalau CDMA di Karangampel yang kenceng apa ya?...
Kemarin jam 10:41 · Hapus
Vino Warsono
Vino Warsono
lagi coba-coba sih pake Flexi...ganti apa dong?...Modem dah kadung CDMA, kalau di Karangampel CDMA yang kenceng n murah Apa?...
Kemarin jam 10:42 · Hapus
Hahaha...jadi lega deh...sudah tahu dan bisa nulisin sesuatu lagi. Meski ini hanya Intermezo doang...tapi bukan dik Doang lho ya...wkwkwwkwk...
Kamis, Oktober 01, 2009
Indonesia Dilanda Gempa, Satu Kaki Merupakan Azab, Satu Kaki Lagi Teguran
Indonesia, negara republik yang kita cintai ini sedang sedih, karena dilanda gempa yang berkelanjutan. Ada apa di balik semua ini?…
Manusia Indonesia sebagai penduduk terbesar keempat di dunia. Manusia yang mungkin sangat “kemaruk” menikmati kekayaan alamnya. Tanpa melihat keseimbangan ekosistem yang berada di sekitarnya. Dan lupa pula akan berkesinambungannya kehidupan yang akan datang.
Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat berlimpah ruah kekayaan alamnya. Jika kita masih ingat salah satu lirik lagunya Koesplus “Tongkat bisa jadi tanaman”, betapa menggambarkan Indonesia sebagai bumi yang subur lohjinawinya.
Akan tetapi apa yang sering kita tuai sekarang?…ya gempa, banjir, dan bencana alam lainyya. Yang sepertinya tidak berkesudahan saja.
Dimulai dari gempa di Aceh tahun 2004 yang memunculkan Tsunami dan mengakibatkan korban yang begitu banyak hingga ratusan ribu korban jiwa. Kemudian disusul Gempa Yogyakarta tahun 2006. Gempa Mentawai, Gempa Tasikmalaya 2009, banjir Mandailing Natal dan tentunya yang terbaru ini adalah Gempa di Sumatera Barat Padang Pariaman, yang belum diketahui berapa korban yang jatuh akibat Gempa ini. Namun demikian sepertinya Gempa kali ini akan menimbulkan korban yang tidak sedikit, apabila melihat dari besaran skala richternya yang mencapai 7,6 SR.
Muncul pertanyaan, ada apa di balik semua ini?…mungkinkah Satu Kaki Indonesia sudah terjerembab dalam Azab Allah?…dan satu kakinya lagi termasuk dalam kategori teguran Allah?…
Pertanyaan ini muncul dari berbagai kejadian yang menimpa republik ini, yang seolah-olah tanpa henti-hentinya didera bencana. Apakah warga negara Indonesia sudah sedemikian berdosanya?…
Wallahu’alam…
beberapa sumber berita dapat diklik di sini:
http://inilah.com/berita/politik/2009/09/02/150566/gempa-tasik-sampai-ke-bengkulu/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Yogyakarta_2006
http://www.harian-aceh.com/banda-raya/banda-aceh/3647-gempa-besar-goyang-banda-aceh.html
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=45072:aceh-digoyang-19803-kali-gempa&catid=13:aceh&Itemid=26
Dan masih banyak lagi yang lain.
Manusia Indonesia sebagai penduduk terbesar keempat di dunia. Manusia yang mungkin sangat “kemaruk” menikmati kekayaan alamnya. Tanpa melihat keseimbangan ekosistem yang berada di sekitarnya. Dan lupa pula akan berkesinambungannya kehidupan yang akan datang.
Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat berlimpah ruah kekayaan alamnya. Jika kita masih ingat salah satu lirik lagunya Koesplus “Tongkat bisa jadi tanaman”, betapa menggambarkan Indonesia sebagai bumi yang subur lohjinawinya.
Akan tetapi apa yang sering kita tuai sekarang?…ya gempa, banjir, dan bencana alam lainyya. Yang sepertinya tidak berkesudahan saja.
Dimulai dari gempa di Aceh tahun 2004 yang memunculkan Tsunami dan mengakibatkan korban yang begitu banyak hingga ratusan ribu korban jiwa. Kemudian disusul Gempa Yogyakarta tahun 2006. Gempa Mentawai, Gempa Tasikmalaya 2009, banjir Mandailing Natal dan tentunya yang terbaru ini adalah Gempa di Sumatera Barat Padang Pariaman, yang belum diketahui berapa korban yang jatuh akibat Gempa ini. Namun demikian sepertinya Gempa kali ini akan menimbulkan korban yang tidak sedikit, apabila melihat dari besaran skala richternya yang mencapai 7,6 SR.
Muncul pertanyaan, ada apa di balik semua ini?…mungkinkah Satu Kaki Indonesia sudah terjerembab dalam Azab Allah?…dan satu kakinya lagi termasuk dalam kategori teguran Allah?…
Pertanyaan ini muncul dari berbagai kejadian yang menimpa republik ini, yang seolah-olah tanpa henti-hentinya didera bencana. Apakah warga negara Indonesia sudah sedemikian berdosanya?…
Wallahu’alam…
beberapa sumber berita dapat diklik di sini:
http://inilah.com/berita/politik/2009/09/02/150566/gempa-tasik-sampai-ke-bengkulu/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Yogyakarta_2006
http://www.harian-aceh.com/banda-raya/banda-aceh/3647-gempa-besar-goyang-banda-aceh.html
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=45072:aceh-digoyang-19803-kali-gempa&catid=13:aceh&Itemid=26
Dan masih banyak lagi yang lain.
Selasa, September 29, 2009
Untuk Perempuan
Rayulah Aku, Perempuan!
dengan segala keluasan cintamu.
Peluklah Aku, Perempuan!
dengan ikatan setiamu.
Pikatlah segumpal hati ini!
dengan manis lenggok dan lakumu
dengan ayu paras wajah cantikmu
Manjakanlah hari-hari ketiadaanku!
dengan nafas ceriamu.
Hiasilah setiap helai sunyiku!
dengan semua rajutan senyummu
Mungkin, aku akan terpikat padamu, Perempuan!
jika engkau mampu membelah wanginya sepiku,
dan jika Aku dapat terwarnai oleh tingkahmu.
*sumber : dikutip dari "Untuk Perempuan" Mitra Dialog-Pikiran Rakyat Bandung Group, 2001, dan Antologi Puisi Selubung Air Mata Cinta, oleh Warsono (My Real Name)
dengan segala keluasan cintamu.
Peluklah Aku, Perempuan!
dengan ikatan setiamu.
Pikatlah segumpal hati ini!
dengan manis lenggok dan lakumu
dengan ayu paras wajah cantikmu
Manjakanlah hari-hari ketiadaanku!
dengan nafas ceriamu.
Hiasilah setiap helai sunyiku!
dengan semua rajutan senyummu
Mungkin, aku akan terpikat padamu, Perempuan!
jika engkau mampu membelah wanginya sepiku,
dan jika Aku dapat terwarnai oleh tingkahmu.
*sumber : dikutip dari "Untuk Perempuan" Mitra Dialog-Pikiran Rakyat Bandung Group, 2001, dan Antologi Puisi Selubung Air Mata Cinta, oleh Warsono (My Real Name)
Jumat, September 18, 2009
Tukeran Suami, Dong! Ada Tiga, Tuh, Tinggal Pilih!
Tulisan ini merupakan tanggapan (# 34)di kompasiana.com, yang saya sampaikan untuk tulisannya Mariska Lubis yang berjudul “Tukeran Suami, Dong! Ada Tiga, Tuh, Tinggal Pilih!”. Beritanya bisa klik di sini http://public.kompasiana.com/2009/09/18/tukeran-suami-dong-ada-tiga-tuh-tinggal-pilih/
Sengaja tanggapan ini saya postingkan lagi disini agar tidak ada kerancuan dalam mengeneralisasi suatu studi atau pun survei. Dan mencoba mendudukan masalahnya agar lebih clear. Stigma negatif suatu daerah tertentu tidak bisa menggambarkan perilaku penduduknya adalah hal kelumrahan yang sama
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Saya tidak pernah melihat sendiri kasus yang diceritakan Mba Mariska. Entah mungkin saya yang kurang peka atau memang budaya itu terlalu tersembunyi, jadi tidak nampak di luaran secara kasat mata. Entah itu Indramayunya di bagian mana, karena memang saya tidak pernah tahu. Mungkin sebaiknya Mba Mariska lebih spesifik menyebutkan daerah yang dimaksud, agar tidak ada generalisir tentang negatifnya budaya suatu daerah.
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Saya lahir di sebuah desa bernama Kaplongan Kecamatan Karangampel. Justru Alhamdulillah keluarga saya berasal dari keluarga yang taat ajaran agama. Bahkan sebelum saya bersinggungan dengan ilmu umum, Ibu saya sudah terlebih dahulu mengajarkan apa itu agama, bagaimana cara membaca huruf-huruf yang tertuang dalam Al-qur’an juga maknanya.
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Memang sekarang saya lebih sering merantau. Dari semenjak tahun 1997 saya sudah merantau. Bahkan sampai sekarang ketika saya menuliskan tanggapan ini, saya masih berada di perantauan.
Meski begitu, saya tidak pernah lupa akan habitat saya. Saya sering menengok daerah kelahiran saya. Entah sebulan sekali bahkan tiga bulan sekali, yang pasti dalam satu tahun minimalnya dua kali saya bersilaturrahmi ke kampung halaman saya untuk bersua dengan keluarga besar saya, yang 90% masih tinggal di Indramayu. Dan tentunya tidak ketinggalan pula dengan teman-teman sepermainan saya, ketika SD, SMP dan SMA.
Jadi harapan saya sebaiknya Mba Mariska lebih spesifik menyebutkan nama daerah dari Indramayunya, agar tidak ada konotasi yang terlalu negatif terhadap yang disebut sebuah Kabupaten yang bernama Indramayu.
Memang saya sebagai orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu, seringkali malu sendiri apabila ada cibiran negatif tentang daerah asal saya.
Karena Indramayu sebagai bumi kelahiran saya dan yang sangat saya kenal nyatanya tidak seperti itu.
Sengaja tanggapan ini saya postingkan lagi disini agar tidak ada kerancuan dalam mengeneralisasi suatu studi atau pun survei. Dan mencoba mendudukan masalahnya agar lebih clear. Stigma negatif suatu daerah tertentu tidak bisa menggambarkan perilaku penduduknya adalah hal kelumrahan yang sama
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Saya tidak pernah melihat sendiri kasus yang diceritakan Mba Mariska. Entah mungkin saya yang kurang peka atau memang budaya itu terlalu tersembunyi, jadi tidak nampak di luaran secara kasat mata. Entah itu Indramayunya di bagian mana, karena memang saya tidak pernah tahu. Mungkin sebaiknya Mba Mariska lebih spesifik menyebutkan daerah yang dimaksud, agar tidak ada generalisir tentang negatifnya budaya suatu daerah.
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Saya lahir di sebuah desa bernama Kaplongan Kecamatan Karangampel. Justru Alhamdulillah keluarga saya berasal dari keluarga yang taat ajaran agama. Bahkan sebelum saya bersinggungan dengan ilmu umum, Ibu saya sudah terlebih dahulu mengajarkan apa itu agama, bagaimana cara membaca huruf-huruf yang tertuang dalam Al-qur’an juga maknanya.
Saya adalah orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu. Memang sekarang saya lebih sering merantau. Dari semenjak tahun 1997 saya sudah merantau. Bahkan sampai sekarang ketika saya menuliskan tanggapan ini, saya masih berada di perantauan.
Meski begitu, saya tidak pernah lupa akan habitat saya. Saya sering menengok daerah kelahiran saya. Entah sebulan sekali bahkan tiga bulan sekali, yang pasti dalam satu tahun minimalnya dua kali saya bersilaturrahmi ke kampung halaman saya untuk bersua dengan keluarga besar saya, yang 90% masih tinggal di Indramayu. Dan tentunya tidak ketinggalan pula dengan teman-teman sepermainan saya, ketika SD, SMP dan SMA.
Jadi harapan saya sebaiknya Mba Mariska lebih spesifik menyebutkan nama daerah dari Indramayunya, agar tidak ada konotasi yang terlalu negatif terhadap yang disebut sebuah Kabupaten yang bernama Indramayu.
Memang saya sebagai orang yang lahir, tumbuh, besar dan mengenyam pendidikan di Indramayu, seringkali malu sendiri apabila ada cibiran negatif tentang daerah asal saya.
Karena Indramayu sebagai bumi kelahiran saya dan yang sangat saya kenal nyatanya tidak seperti itu.
Jumat, September 11, 2009
Kewajiban Berpuasa Bukan untuk Orang “Islam”
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Qs. Al-Baqoroh : 183).
Berpuasa di bulan Ramadlan yang penuh dengan rahmat, barokah dan maghfiroh (ampunan) ini wajib hukumnya (bagi ummat islam yang beriman dan baligh). Hanya dengan alasan yang sesuai dengan syari’at islam saja bagi mereka boleh tidak berpuasa. Dengan catatan di bulan yang lain menggantinya dengan berpuasa kembali sesuai dengan jumlah hari pada saat mereka tidak berpuasa di bulan Ramadlan, atau dengan membayar fidyah sesuai ketentuan syari’at islam juga.
Sesungguhnya berpuasa itu wajib hukumnya hanya bagi orang-orang yang beriman saja. Orang-orang islam yang tidak beriman tidak diwajibkan berpuasa. Kenapa?…karena sesungguhnya orang-orang yang seperti demikian tersebut sudah inkar terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim.
Maka bukan suatu hal yang aneh apabila kita banyak mendapati orang-orang yang tidak berpuasa pada bula Ramadlan ini. Padahal kalau ditanyakan kepada mereka, apa agamanya?…banyak yang menjawab di antara mereka “saya seorang muslim”. Tapi muslim dibibir saja.
Orang-orang yang mengaku islam dan beriman di bibir saja, kebanyakan mereka adalah orang-orang yang rajin mengenakan “Topeng Ramadlan”. Seperti yang biasa kita jumpai di restaurant, warteg, terminal, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, televisi dan tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk mereka menyembunyikan identitas aslinya.
Sedangkan iman itu terletak pada tiga hal dasar, yaitu ; meyakininya dalam hati, mengucapkannya dengan lisan dan dilakukan serta ditunjukkan dengan perbuatan. Demikianlah iman yang sebenarnya. Orang islam yang memiliki ciri-ciri iman tersebutlah yang pasti dengan senang hati melakukan ibadah puasa Ramadlan dalam balutan ikhlas.
Semoga kita adalah termasuk orang-orang islam yang beriman. Sepertiga terakhir dari Ramadlan ini adalah bulan penuh dengan Barokah dan maghfiroh (ampunan). Selamat beribadah puasa Ramadlan. Semoga kita mampu meraih piala taqwa sesuai dengan Al-qur’an surat Al-Baqoroh ayat 183 tersebut di atas dan mendapat ridlo-Nya, Amin.
Berpuasa di bulan Ramadlan yang penuh dengan rahmat, barokah dan maghfiroh (ampunan) ini wajib hukumnya (bagi ummat islam yang beriman dan baligh). Hanya dengan alasan yang sesuai dengan syari’at islam saja bagi mereka boleh tidak berpuasa. Dengan catatan di bulan yang lain menggantinya dengan berpuasa kembali sesuai dengan jumlah hari pada saat mereka tidak berpuasa di bulan Ramadlan, atau dengan membayar fidyah sesuai ketentuan syari’at islam juga.
Sesungguhnya berpuasa itu wajib hukumnya hanya bagi orang-orang yang beriman saja. Orang-orang islam yang tidak beriman tidak diwajibkan berpuasa. Kenapa?…karena sesungguhnya orang-orang yang seperti demikian tersebut sudah inkar terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim.
Maka bukan suatu hal yang aneh apabila kita banyak mendapati orang-orang yang tidak berpuasa pada bula Ramadlan ini. Padahal kalau ditanyakan kepada mereka, apa agamanya?…banyak yang menjawab di antara mereka “saya seorang muslim”. Tapi muslim dibibir saja.
Orang-orang yang mengaku islam dan beriman di bibir saja, kebanyakan mereka adalah orang-orang yang rajin mengenakan “Topeng Ramadlan”. Seperti yang biasa kita jumpai di restaurant, warteg, terminal, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, televisi dan tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk mereka menyembunyikan identitas aslinya.
Sedangkan iman itu terletak pada tiga hal dasar, yaitu ; meyakininya dalam hati, mengucapkannya dengan lisan dan dilakukan serta ditunjukkan dengan perbuatan. Demikianlah iman yang sebenarnya. Orang islam yang memiliki ciri-ciri iman tersebutlah yang pasti dengan senang hati melakukan ibadah puasa Ramadlan dalam balutan ikhlas.
Semoga kita adalah termasuk orang-orang islam yang beriman. Sepertiga terakhir dari Ramadlan ini adalah bulan penuh dengan Barokah dan maghfiroh (ampunan). Selamat beribadah puasa Ramadlan. Semoga kita mampu meraih piala taqwa sesuai dengan Al-qur’an surat Al-Baqoroh ayat 183 tersebut di atas dan mendapat ridlo-Nya, Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)